Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi mengusulkan ikon Jam Gadang menjadi desain baru uang kertas Rupiah, khususnya pecahan Rp100.000. Usulan ini disampaikan langsung kepada Bank Indonesia.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan usulan tersebut kepada Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dandy Indarto Seno, saat kunjungan ke Bukittinggi, Sabtu (25/10).

Ramlan Nurmatias menjelaskan, usulan ini bertujuan untuk literasi dan pengabadian sejarah.

Desain Jam Gadang diusulkan menjelang perayaan satu abad monumen tersebut pada Juni tahun depan.

Jam Gadang, monumen bersejarah peninggalan Belanda, memiliki kisah unik. Konon, perekat bangunan ini menggunakan campuran pasir dan putih telur karena semen belum tersedia saat itu.

Ramlan menekankan pentingnya penggunaan pecahan besar, minimal Rp50.000, agar uang lebih awet.

Sebagai tindak lanjut, Walikota Ramlan akan mengirimkan surat resmi ke Bank Indonesia untuk mempertimbangkan usulan ini.

Perayaan satu abad Jam Gadang akan dimeriahkan dengan berbagai acara, termasuk melibatkan 1.000 fotografer dan arsitek dari seluruh Indonesia, pementasan seni budaya, napak tilas sejarah, serta seminar nasional dan daerah tentang kajian ilmiah terkait Jam Gadang.

“Pembangunan peradaban tidak mungkin dilakukan tanpa mengenal sejarah,” ujar Walikota. Usulan ini diharapkan menjadi pertimbangan Bank Indonesia dalam memasukkan Jam Gadang ke dalam literasi uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *