Padang – Bupati Agam Benni Warlis menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat 2026 yang digelar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di Sumatera Barat.

Rapat tingkat tinggi tersebut dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan diikuti para kepala daerah se-Sumatera Barat serta sejumlah lembaga terkait. Forum ini juga dimanfaatkan untuk menyatukan langkah menghadapi berbagai tantangan ekonomi daerah, terutama menjelang ancaman musim kering yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan.

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan mulai terasa pada Juni hingga Juli 2026. Ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak cepat karena kondisi cuaca tersebut dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi sektor pangan dan pertanian.

Ia menyebut ada dua persoalan utama yang harus diantisipasi, yakni ancaman kebakaran hutan dan lahan serta potensi terganggunya produksi pertanian akibat menurunnya ketersediaan air. Untuk itu, ia meminta seluruh kabupaten dan kota segera memetakan wilayah yang rawan terdampak.

Mahyeldi juga mendorong langkah antisipasi dilakukan melalui pompanisasi, percepatan masa tanam, penyediaan bibit, serta dukungan sarana pertanian lainnya. “Kalau diperkirakan Juni mulai terasa, berarti bulan Mei ini penanaman harus sudah dilakukan sehingga produksi tetap berjalan,” ujar Mahyeldi.

Kehadiran Benni Warlis dalam forum TPID itu mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan Bank Indonesia. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan potensi inflasi di tengah ancaman musim kering tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *