Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin sore, 3 Agustus 2026, memicu luapan sejumlah sungai dan merendam permukiman warga di beberapa titik. Sejumlah kawasan terdampak banjir, di antaranya Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Aia Pacah, Dadok Tunggul Hitam, serta Perumahan Bukit Gading 3 Sungai Sapih.

Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan cukup mengkhawatirkan. Kondisi itu membuat Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Barat turun tangan dengan mengerahkan Tim Patroli SAR ke lokasi banjir untuk membantu warga dan mengevakuasi mereka ke tempat aman.

Kehadiran personel Ditpolairud di tengah permukiman yang terendam menjadi bentuk respons cepat kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pertolongan awal kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, mengatakan langkah di lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan Polda Sumbar. Ia menegaskan, seluruh jajaran diminta bergerak cepat saat warga menghadapi musibah.

“Sesuai arahan Bapak Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., seluruh jajaran Polda Sumbar wajib hukumnya untuk selalu hadir tercepat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah atau bencana alam. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat,” kata Susmelawati.

Di sisi lain, Direktur Polairud Polda Sumbar, AKBP Ibnu Bagus Santoso, menyebut pihaknya sudah menyiagakan personel dan peralatan SAR secara optimal untuk menghadapi dampak bencana hidrometeorologi tersebut. Ia menekankan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Kami telah mengerahkan Tim SAR Ditpolairud Polda Sumbar langsung ke titik-titik banjir di Kuranji untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga. Mengingat medan yang tergenang air cukup menyulitkan, keselamatan jiwa masyarakat adalah hukum tertinggi yang harus diutamakan. Kami akan terus siaga mendampingi warga hingga situasi benar-benar kondusif,” ujar Ibnu Bagus saat memantau penanganan darurat, Senin (3/8/2026).

Sambil proses evakuasi berjalan, kepolisian mengimbau warga Kota Padang, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, agar tetap waspada. Masyarakat diminta segera mengungsi mandiri ke tempat yang lebih tinggi atau menghubungi petugas terdekat bila debit air kembali naik untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *