Pulau Punjung – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Dharmasraya meluncurkan tiga inovasi layanan untuk masyarakat. Peluncuran ini bertujuan meningkatkan kecepatan, transparansi, dan jangkauan pelayanan pertanahan hingga tingkat nagari.
Tiga inovasi tersebut adalah ANNISA (Agraria Night Service Action), GALIH GISEL (Gerakan Alih Media dan Giat Sertipikat Elektronik), serta LANTERA (Layanan Tanah Aktif di Nagari).
Kepala Kantor Pertanahan Dharmasraya, Doni Prasetyoadi, menjelaskan inovasi ini sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang dinamis.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang aktif, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat,” ujar Doni, Jumat (7/11/2025).
ANNISA menawarkan pelayanan malam hari bagi warga yang kesulitan mengurus dokumen di jam kerja. GALIH ISEL mempercepat digitalisasi arsip dan penerbitan sertipikat elektronik. LANTERA mendekatkan layanan pertanahan langsung ke nagari-nagari, terutama di wilayah terpencil.
Selain peluncuran inovasi, BPN Dharmasraya juga menggelar sosialisasi tentang tanah ulayat yang melibatkan walinagari dan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Dharmasraya.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi tanah ulayat agar tidak terjadi tumpang tindih hak kepemilikan atau penyalahgunaan lahan adat.
“Tanah ulayat adalah identitas masyarakat adat. Kami ingin memastikan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap aset adat terjaga,” kata seorang anggota KAN.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengapresiasi langkah BPN yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang inovatif dan responsif.
“Kita butuh layanan yang tidak hanya cepat, tapi juga proaktif. Inovasi seperti ini menjadi wujud nyata reformasi birokrasi di bidang pertanahan,” kata Annisa.
BPN Dharmasraya berharap inovasi ini mempermudah akses pelayanan pertanahan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat, termasuk masyarakat adat pemilik tanah ulayat.











