Panampuang – Bupati Agam Benni Warlis mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui ajang Cerdas Qur’an tingkat Kabupaten Agam jenjang SD dan SMP yang digelar di Surau Ka’bah Nyiak Tuah, Panampuang, Rabu (15/7). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Agam sebagai bagian dari penguatan karakter generasi Qur’ani.

Dalam kesempatan itu, Benni hadir langsung untuk memberi semangat kepada para peserta. Ia mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut karena dinilai mampu menumbuhkan kebiasaan belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an sejak dini.

Suasana acara berlangsung hangat saat bupati membuka perbincangan dengan candaan soal persaingan sehat antarsekolah. Ia juga sempat mengenang masa kecilnya sebagai alumni SDN 04 Biaro, yang dahulu bernama SD Teladan Biaro.

Benni menegaskan kegiatan Cerdas Qur’an merupakan wujud nyata visi Agam Madani. Menurutnya, visi itu tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dijalankan melalui berbagai program pembangunan karakter masyarakat.

Salah satu program yang terus diperkuat ialah Bangkik dari Surau. Program ini menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan Al-Qur’an, sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.

Benni meyakini anak-anak yang tumbuh bersama Al-Qur’an, terutama mereka yang sudah menghafal sejak usia dini, memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan di masa depan. Ia juga menyebut banyak perguruan tinggi kini membuka jalur khusus bagi hafiz Al-Qur’an karena dinilai memiliki kemampuan akademik dan karakter yang baik.

Kehangatan acara bertambah saat Benni berdialog langsung dengan para peserta soal cita-cita mereka. Sejumlah jawaban muncul, mulai dari ustaz, guru, dosen, dokter, polwan, hingga astronot.

Namun, Benni menilai cita-cita paling mulia adalah keinginan para santri untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua di surga melalui hafalan Al-Qur’an. Untuk menambah semangat anak-anak, ia juga mengadakan kuis dadakan dengan hadiah uang tunai.

Benni kemudian mengingatkan peserta agar tetap menyeimbangkan pendidikan formal dengan kebiasaan menghafal, mentadabburi, mengamalkan, dan mendakwahkan Al-Qur’an. Menurut dia, apa pun profesi yang diraih kelak, identitas utama seorang muslim tetap sebagai da’i yang menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Sebagai bekal menghadapi bonus demografi Indonesia, Benni juga memperkenalkan slogan generasi Agam Madani, yaitu “badan sehat, otak cerdas, pitih banyak, iman taguah, mati masuk surga.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *