Jakarta – Pemerintah pusat menargetkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99% penduduk Indonesia pada tahun 2029. Target ini disampaikan bersamaan dengan pemberian Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kepada daerah-daerah berprestasi.
Sebanyak 31 pemerintah provinsi dan 397 pemerintah kabupaten/kota menerima penghargaan UHC Awards 2026 atas komitmen mereka dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat melalui Program JKN.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Program JKN adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kesehatan warganya.
“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun,” tegas Cak Imin, menekankan pentingnya keberlanjutan kepesertaan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2025, Program JKN telah mencakup 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98% penduduk Indonesia.
Ghufron menambahkan, daerah yang telah mencapai UHC menunjukkan tingkat kesakitan yang lebih rendah, akses pelayanan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.
BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan dan memperluas pemanfaatan teknologi digital.
Peserta JKN kini dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan non tatap muka, seperti Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA melalui WhatsApp, dan Care Center 165.
Pemerintah berharap UHC Awards 2026 dapat memacu daerah lain untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui Program JKN.











