PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong pelestarian tradisi batu akik sebagai khazanah seni dan budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Minangkabau.

Dukungan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur bertajuk Kearifan Lokal Tanah Minang di Food Court Rajo Corner, Kota Padang, pada Sabtu (31/10/2026).

Ia menilai warisan budaya ini perlu diperkenalkan secara konsisten kepada generasi muda agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.

Mahyeldi mengapresiasi langkah Gamestone Minang Saiyo dan panitia penyelenggara yang berhasil menginisiasi kegiatan untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap batu akik.

Menurut Mahyeldi, batu cincin bagi masyarakat Minangkabau merupakan simbol kedewasaan sekaligus cerminan kehalusan cita rasa seni.

Ia menekankan bahwa proses pengolahan batu hingga menjadi perhiasan sarat dengan filosofi yang diwariskan oleh para leluhur.

“Keindahannya tidak hanya secara visual, namun ada makna yang terkandung di dalamnya,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi berharap pameran ini menjadi ruang strategis untuk mewariskan nilai-nilai budaya daerah kepada generasi penerus.

Ia turut mengenang geliat batu akik pada periode 2014–2015 sebagai bagian penting dari sejarah ketertarikan masyarakat terhadap kekayaan alam Nusantara.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ilham Agung Saputra, menjelaskan bahwa kontes ini mempertandingkan 185 kelas dengan peserta dari berbagai daerah.

Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Sumatera Barat seperti Payakumbuh, Agam, dan Pasaman, tetapi juga datang dari Riau, Jambi, hingga Pulau Jawa.

“Penyelenggaraan Pameran dan Kontes Batu Akik Piala Gubernur ini diharapkan tradisi batu akik Minangkabau semakin dikenal luas dan terus berkembang sebagai kekayaan budaya yang memiliki nilai seni, sejarah, serta filosofi yang patut dijaga dan diwariskan lintas generasi,” ujar Ilham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *