Batusangkar – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, H. Mustafa, memimpin langsung acara hantar tugas dan pisah sambut Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, Rabu (15/7), di aula kantor setempat. Serah terima jabatan itu berlangsung khidmat dari H. Amril kepada H. Hendri Pani Dias.

Dalam sambutannya, Mustafa menegaskan mutasi dan rotasi adalah hal wajar dalam tubuh organisasi karena berkaitan dengan kebutuhan kelembagaan. Ia mengingatkan seluruh pejabat agar siap menerima amanah di mana pun ditempatkan.

“Kita harus siap menerima amanah di mana pun ditempatkan dengan tetap memberikan dedikasi terbaik,” ujar Mustafa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian H. Amril selama tiga tahun bertugas di Tanah Datar. Di sisi lain, Mustafa memuji langkah kerja H. Hendri Pani Dias yang baru dua bulan menjabat setelah dilantik.

Momen serah terima itu ditandai dengan penyerahan memori tugas dari pejabat lama kepada pejabat baru di hadapan Kakanwil dan tamu undangan.

H. Amril, yang kini bertugas di Kota Solok, hadir bersama Ketua DWP, Ny. Gus Amril, serta rombongan jajaran Kemenag Kota Solok. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang terjalin selama bertugas di Tanah Datar.

Ia menilai hubungan baik yang terbangun bukan hanya dengan internal Kemenag, tetapi juga dengan pemerintah daerah dan para mitra kerja.

Sementara itu, H. Hendri Pani Dias yang hadir bersama Ketua DWP, Ny. Wery Hendri, mengaku bersyukur atas sambutan hangat dari berbagai pihak.

Ia mengatakan sinergi lintas sektor telah berjalan, termasuk kerja sama percepatan sertifikasi tanah wakaf dengan Kejaksaan dan BPN, serta keterlibatan dalam tim gabungan pencegahan LGBT.

Acara pisah sambut itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, Forkopimda, instansi vertikal, pimpinan ormas, pimpinan bank rekanan, hingga pejabat internal Kemenag.

Melalui momentum tersebut, Mustafa berharap kerja sama strategis di Luhak Nan Tuo semakin kuat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan masyarakat religius serta kemajuan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *