Padangpanjang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri bersama Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis meninjau Rutan Kelas IIB Padangpanjang, Senin (4/5/2026), usai peresmian Pos Bapas di MPP Padangpanjang. Dalam kunjungan itu, rombongan menebar 5.000 bibit ikan lele sekaligus menyaksikan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah instansi setempat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rombongan disambut Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Novri Abbas dan jajaran dengan pemasangan sal kepada Kunrat Kasmiri, Hendri Arnis, dan Wakil Ketua DPRD Padangpanjang Mardiansyah, S.Kom.
Di hadapan Wali Kota Hendri Arnis, Kunrat memaparkan berbagai program pembinaan yang berjalan di Rutan Padangpanjang, terutama di bidang pemberdayaan dan ketahanan pangan. Ia mengatakan, para WBP mendapat pelatihan membatik dan beternak lele.
“Pak wali, di sini WBP kita latih membatik dan beternak lele. Khusus bibit lele merupakan sumbangan dari Wakil Ketua DPRD Kota Padangpanjang bapak Mardiansyah, S.Kom dan pelatihan membatik bekerja sama dengan Canting Buana Kreatif pimpinan Widdianti,” kata Kunrat.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengembangkan pelatihan vokasi, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), pelatihan Pramuka, hingga mendirikan pondok pesantren. Menurut dia, program itu dirancang agar WBP yang bebas nanti memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
“Harapan kita, WBP yang telah menyelesaikan masa hukumannya keluar dari sini jadi santri, bisa ngaji, khatib Jumat, dan juga memiliki kesetaraan pendidikan, termasuk sejumlah keterampilan untuk bekal mereka di masyarakat,” ujarnya.
Hendri Arnis meminta para WBP tidak patah semangat selama menjalani masa pidana. Ia menegaskan, hukuman bukan akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Alhamdulilah, tadi saya dengar dari Pak Kakanwil Ditjenpas dan Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang, pelayanan di sini cukup baik dan banyak kegiatan untuk peningkatan keterampilan,” kata Hendri Arnis sambil menyerahkan nasi bungkus dan rokok untuk seluruh WBP.
Ia juga mengingatkan para warga binaan agar menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh. Menurut Hendri, keseriusan selama di dalam rutan akan menjadi bekal penting setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Mardiansyah yang turut menebarkan bibit ikan lele menyebut bantuan tersebut sebagai dukungan terhadap program pembinaan di Rutan Kelas IIB Padangpanjang. Ia berharap bibit itu dimanfaatkan maksimal untuk menunjang program pemberdayaan dan ketahanan pangan.
“Kita berharap, manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya, untuk program pemberdayaan dan ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Padangpanjang. Kenapa kita memberikan bibit ikan lele, karena pemeliharaannya dan pemasarannya cukup mudah,” ujar Mardiansyah.
Ia juga menyatakan siap mendukung program pembinaan di lembaga pemasyarakatan itu, baik melalui tenaga maupun pikiran.
Sementara itu, Novri Abbas mengatakan jumlah WBP di Rutan Padangpanjang saat ini mencapai 137 orang, sedangkan kapasitas rutan hanya 75 orang. Untuk mengatasi keterbatasan itu, pihaknya menjalankan berbagai program pembinaan bersama sejumlah lembaga.
“Berbagai program pembinaan yang kita laksanakan dengan mengandeng sejumlah lembaga seperti Canting Buana Kreatif untuk membatik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Koto Katiak, Kantor Kemenag, termasuk juga dengan TNI/Polri untuk pengamanan,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Novri Abbas dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Padangpanjang, yang disaksikan Kunrat Kasmiri dan Hendri Arnis.











