Pulau Punjung – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dharmasraya saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan, Robi Suhendra, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul.
Robi menegaskan, persoalan ini tidak melibatkan Bupati Dharmasraya maupun Penjabat Sekretaris Daerah.
“Sebagai Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan, saya bertanggung jawab penuh atas hal ini,” ujarnya.
Menurut Robi, PWI Dharmasraya telah disiapkan tempat duduk sesuai urutan keprotokolan.
“Kursi untuk Plt Ketua PWI Dharmasraya sudah disiapkan berdampingan dengan Ketua KONI,” jelasnya.
Namun, saat dipersilakan duduk, yang bersangkutan menyampaikan kepada petugas protokol, “nanti saja duduknya.”
Robi memastikan, penempatan tamu undangan telah diatur dengan prinsip penghormatan dan tata urutan keprotokolan.
Pihaknya akan melakukan evaluasi internal agar tugas protokoler ke depan semakin profesional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme,” kata Robi.
Ia berharap, klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang beredar.
“Semoga hubungan baik antara Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dengan insan pers, khususnya PWI Dharmasraya, tetap terjalin,” tutupnya.











