Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkenalkan layanan SAMSAT Kiosk sebagai upaya mempercepat transformasi digital pelayanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor. Soft opening layanan tersebut digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (10/05/2026), bersamaan dengan Gebyar Apresiasi Emas 2026.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan kehadiran SAMSAT Kiosk menjadi jawaban atas tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, mudah, dan modern. Ia menegaskan, program itu bukan sekadar acara seremoni, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang menyesuaikan perkembangan teknologi.
“Hari ini bukan sekadar seremoni biasa, ini merupakan bukti nyata komitmen kita bersama untuk melakukan transformasi digital dalam pelayanan publik, khususnya di sektor pendapatan daerah. Di era digital ini masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, mudah, dan modern. Oleh karena itu kehadiran SAMSAT Kiosk adalah jawaban atas tantangan tersebut,” ujar Mahyeldi.
Melalui layanan mandiri itu, masyarakat dapat membayar pajak kendaraan bermotor secara lebih praktis dan efisien tanpa harus mengantre panjang di kantor SAMSAT. Pemerintah provinsi juga menempatkan perangkat kiosk di titik strategis dan pusat aktivitas warga agar akses layanan semakin luas.
“Melalui SAMSAT Kiosk ini pelayanan menjadi lebih mandiri, tidak perlu lagi antrean panjang lewat layanan konvensional, serta memiliki aksesibilitas yang luas karena akan ditempatkan di titik-titik strategis yang dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari,” lanjutnya.
Mahyeldi menilai optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah. Ia menyebut pajak sebagai sumber utama pembiayaan berbagai sektor pembangunan.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah nafas pembangunan daerah. Dari pajak itulah kita membangun jalan, jembatan, sekolah, hingga meningkatkan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Selain meluncurkan layanan digital, pemerintah daerah juga menggelar Gebyar Apresiasi Emas 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang taat membayar pajak tepat waktu. Program itu diharapkan bisa mendorong kesadaran dan partisipasi warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Pemberian hadiah berupa emas ini hanyalah stimulus kecil, namun makna sesungguhnya adalah kemitraan yang harmonis antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.
Ia juga meminta petugas SAMSAT dan tim teknis terus menghadirkan layanan yang humanis, responsif, dan berintegritas agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat.
“Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat, mari manfaatkan fasilitas ini. Bayarlah pajak tepat waktu, karena dengan pajak akan mempercepat terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan,” tutupnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat Al Amin menyampaikan, pada tahap awal pemerintah provinsi telah menyiapkan sembilan unit SAMSAT Kiosk untuk ditempatkan di berbagai pusat keramaian di kabupaten dan kota.
Menurut dia, keberadaan kiosk itu akan mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara cepat dan efisien tanpa bergantung pada layanan konvensional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gatot Tri Suryanta, Dirlantas Polda Sumbar, perwakilan Bank Nagari, serta Kepala Jasa Raharja Sumatera Barat.











