Padang – Lebih dari 600 jiwa warga Ngalau Gadang, Pesisir Selatan, yang terisolasi akibat banjir bandang kini bisa berharap. Pemerintah daerah bergerak cepat untuk membangun kembali jembatan Limau-limau yang putus.
Kepastian pembangunan kembali jembatan ini menjadi kabar baik bagi warga yang sudah lebih dari sebulan kesulitan akses.
DPRD Pesisir Selatan menyatakan dukungan penuh untuk pembangunan jembatan, baik dari segi anggaran maupun pengawasan.
“Kondisi Ngalau Gadang sudah lebih dari 40 hari terisolasi. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat benar-benar terganggu,” ujar Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal, menekankan urgensi pembangunan.
Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan telah melakukan survei lapangan bersama ahli jembatan.
Pemerintah daerah mempertimbangkan tiga opsi pembangunan, termasuk jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi IWF.
Pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat. Sebagai alternatif, Sekda menyiapkan pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan CSR.
Banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025 lalu menyebabkan 10 rumah hanyut, 13 rumah terancam longsor, dan 120 rumah terisolasi di Ngalau Gadang.
Saat ini, warga dan TNI AD baru mampu membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Pembangunan jembatan permanen dinilai mendesak untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi warga.











