Padang – Padang Fashion Summit menjadi sorotan di ZHM Premiere Hotel, Padang, saat kegiatan ini digelar sebagai bagian dari puncak perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Ajang tersebut tidak hanya menampilkan busana, tetapi juga menjadi upaya mendorong perpaduan estetika modern dengan identitas Minangkabau agar dikenal lebih luas di pasar global.

Kegiatan ini menghadirkan desainer dari Australia dan Malaysia sebagai bagian dari kolaborasi lintas negara. Kehadiran mereka memberi ruang pertukaran pandangan bagi pelaku industri kreatif lokal untuk memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Desainer lokal Adhesuhanda menegaskan pentingnya orisinalitas dalam berkarya. Ia meminta para desainer tidak terus-menerus mengikuti arus tren global, melainkan membangun karakter yang lebih kuat dan berbeda.

“Jangan jadikan tren sebagai acuan utama. Kita harus berani menciptakan tren sendiri,” tegas Adhesuhanda.

Ia menilai kekayaan budaya, terutama tenun khas dengan padu padan warna yang ekspresif, menjadi modal utama bagi desainer lokal. Menurutnya, kekuatan karakter itu dapat membuka jalan bagi pelaku mode Padang untuk menembus pasar mancanegara.

Semangat serupa juga terlihat dari para peserta. Rahmi Febri Ningsih, model asal Batusangkar yang tampil mengenakan busana adat Koto Gadang versi modern, menyebut kegiatan ini sebagai sarana efektif untuk memperkenalkan budaya Minangkabau.

“Kegiatan ini sangat berkesan. Ajang seperti ini menjadi ruang bagi kita untuk memperkenalkan fashion asli Minangkabau ke level dunia,” ujar Rahmi.

Pemerintah setempat kini mendorong Padang Fashion Summit menjadi agenda berkelanjutan. Harapannya, kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama bisnis bagi desainer lokal sekaligus memperkuat posisi Kota Padang di industri mode dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *