Padang – Dua orang, mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) dan seorang temannya, menjadi korban peluru nyasar yang diduga berasal dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Insiden itu terjadi saat keduanya sedang duduk bersama sejumlah teman di alun-alun depan Rektorat UNP, Air Tawar, Padang. Lokasi latihan tembak TNI tersebut disebut berjarak sekitar 800 meter dari kampus induk UNP.
Korban diketahui bernama Nova Wirantika (25), mahasiswi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial UNP, dan Guruh Guino, yang bukan mahasiswa UNP. Guruh merupakan teman dari salah seorang mahasiswa UNP.
Rektor UNP Krismadinata yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung mengambil langkah cepat. Ia segera berkoordinasi dengan Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol, Komandan Batalyon 133, KABINDA, dan Polsek Padang Utara untuk menangani peristiwa tersebut.
Di saat bersamaan, tim medis UNP mengevakuasi kedua korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans kampus untuk mendapatkan penanganan awal.
Pangdam Tuanku Imam Bonjol bersama jajaran, termasuk Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Kasdam, Danrem, Dandim, serta sejumlah staf TNI dan dokter militer, kemudian datang ke RS Hermina untuk membantu proses penanganan medis. Pimpinan UNP juga hadir di rumah sakit, mulai dari rektor, wakil rektor, sekretaris universitas, hingga direktur kemahasiswaan dan alumni.
Setelah itu, Guruh Guino dipindahkan ke RS Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting Padang untuk menjalani pemulihan. Sementara itu, Nova Wirantika harus menjalani operasi pada Selasa malam karena selongsong peluru masih bersarang di paha kirinya. Hingga berita ini ditulis, selongsong peluru tersebut telah berhasil dikeluarkan, dan pimpinan UNP bersama jajaran Pangdam masih berada di RST.
Melalui juru bicaranya, Brigjen TNI Heri Prakosa, TNI menyatakan akan melakukan investigasi atas kejadian tersebut. TNI juga berkomitmen mencari solusi agar peristiwa serupa tidak terulang dan memastikan tidak ada lagi latihan menembak di sekitar kampus UNP Air Tawar.
TNI juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan hingga kedua korban dinyatakan pulih.











