Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam dua pekan terakhir bukan dipicu kelangkaan BBM bersubsidi. Persoalan utama justru terletak pada tersendatnya distribusi akibat hambatan di jalur logistik menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengatakan ada tiga titik yang menghambat penyaluran BBM, yakni Jembatan Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai. Dari ketiganya, Jembatan Bungus menjadi kendala paling berat karena menjadi akses utama mobil tangki dari IT Teluk Kabung.

Saat ini, mobil tangki hanya bisa melintas melalui jembatan darurat atau bailey setelah jembatan lama dibongkar pada 24 Juni 2026 untuk pembangunan permanen. Situasi itu memicu antrean kendaraan hingga empat kilometer, sementara mobil tangki harus menunggu sampai tiga jam untuk melintas.

Hambatan lain juga muncul di Sitinjau Lauik. Di titik itu, mobil tangki bisa tertahan hingga tujuh jam karena kemacetan.

Sementara itu, pemulihan jalan di Lembah Anai pascabencana membuat perjalanan bertambah sekitar satu jam. Helmi menyebut kondisi tersebut membuat BBM yang seharusnya tiba pagi hari baru sampai ke SPBU pada malam hari.

“Stok sebenarnya ada, tapi pengisian di SPBU terganggu karena distribusinya tidak berjalan normal,” kata Helmi.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pertamina mengoperasikan IT Teluk Kabung selama 24 jam. Mobil tangki juga mendapat prioritas melintas di jembatan darurat dengan pengawalan kepolisian pada jam-jam sepi lalu lintas.

Selain itu, seluruh pasokan BBM dari IT Teluk Kabung kini dialihkan untuk memenuhi kebutuhan SPBU di Sumatera Barat. Penyaluran ke Bengkulu dihentikan sementara agar kapasitas terminal difokuskan untuk kebutuhan daerah.

Pengamat transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menilai persoalan yang terjadi sepenuhnya berkaitan dengan distribusi logistik. Menurut dia, ketersediaan stok tidak akan berdampak bagi masyarakat jika penyalurannya tersendat di lapangan.

Anggota DPR RI, Andre Rosiade, juga menegaskan tidak ada kelangkaan solar bersubsidi di Sumatera Barat. Ia mengatakan perbaikan Jembatan Bungus terus dikebut Balai Pelaksanaan Jalan Nasional agar selesai sesuai target.

Andre memprediksi distribusi BBM kembali normal pada pekan ketiga Agustus, seiring berfungsinya jembatan permanen. Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan BBM dipastikan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *