Padang – Pemulihan layanan air bersih di Kota Padang usai banjir yang melanda pada Senin (3/8/2026) mulai menunjukkan hasil. Perumda Air Minum Kota Padang mempercepat perbaikan teknis agar distribusi air kembali normal bagi pelanggan di wilayah terdampak.
Hingga Rabu (5/8/2026), aliran air di kawasan Kuranji dilaporkan sudah kembali sejak kemarin. Sementara itu, suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Paraku juga mulai masuk ke pelanggan secara bertahap. Namun, tekanan air di sejumlah wilayah pelayanan bagian selatan masih belum maksimal karena proses penstabilan jaringan distribusi masih berlangsung.
Di pusat kota, pelayanan air juga belum sepenuhnya pulih. Kondisi itu masih dipengaruhi perbaikan pada sistem accelerator di instalasi pengolahan air, yang ikut berdampak pada kelancaran distribusi.
Akibat penyesuaian sistem dan pemulihan jaringan, kondisi layanan air di lapangan masih beragam. Di beberapa kawasan, air hanya mengalir pada siang hari, sementara di wilayah lain baru tersedia pada malam hari. Sejumlah titik bahkan belum menerima aliran air dan menjadi prioritas penanganan petugas.
Di sisi lain, IPA Guo menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Debit air baku atau inflow tercatat 80 liter per detik, dengan tinggi muka air reservoir mencapai 70 sentimeter. Bukaan distribusi pun sudah dilakukan 100 persen untuk mengoptimalkan penyaluran ke jaringan pelanggan.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan pemulihan pascabanjir memerlukan waktu karena petugas tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga memastikan seluruh sistem produksi dan distribusi kembali aman dan stabil.
“Banjir tidak hanya berdampak pada sumber air baku, tetapi juga terhadap instalasi pengolahan dan jaringan distribusi. Karena itu, proses normalisasi dilakukan secara bertahap agar kualitas pelayanan tetap terjaga. Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap air bersih sangat mendesak, sehingga seluruh tim bekerja tanpa henti di lapangan untuk mempercepat pemulihan,” ujar Adhie Zein.
Ia menambahkan, pelanggan diminta menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan, terutama di wilayah yang tekanannya masih rendah. Menurut dia, peningkatan tekanan dan pemerataan distribusi akan terus dilakukan seiring membaiknya kondisi operasional instalasi.
“Kami memohon pengertian masyarakat karena proses pemulihan dilakukan secara bertahap. Setiap perkembangan kondisi di lapangan terus kami evaluasi agar distribusi dapat kembali normal secepat mungkin. Komitmen kami adalah memastikan seluruh pelanggan kembali memperoleh layanan air bersih secara optimal,” tegasnya.
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan seluruh personel teknis tetap disiagakan selama 24 jam untuk memantau kondisi, memperbaiki jaringan, dan mengatur distribusi di wilayah terdampak. Dengan kondisi instalasi yang semakin membaik dan kapasitas produksi yang bertambah, layanan air bersih di Kota Padang diharapkan segera pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.











