Batusangkar – Ribuan warga memadati Lapangan Cindue Mato, Batusangkar, untuk menyaksikan Satu Ranah Budaya (Sabudaya). Acara ini digelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat.

Sabudaya menampilkan beragam pertunjukan seni Minangkabau. Ada pameran budaya, permainan tradisional, tarian, musik kontemporer, silek, musik tradisi, hingga bazar UMKM.

Penonton juga terhibur dengan penampilan Diva Aurel dan grup musik etnik Minangkabau Talempong Jaguank yang membawakan konsep modern.

Bupati Eka Putra mengapresiasi acara ini. Ia bangga Tanah Datar ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan Sabudaya oleh Kementerian Kebudayaan RI.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada Kementerian Kebudayaan,” ujar Eka Putra. Ia berharap acara berjalan lancar dan meminta penonton untuk menjaga ketertiban.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap Sabudaya.

Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, menyebut kegiatan ini sebagai upaya melestarikan dan menghidupkan budaya Indonesia.

Kepala BPK Wilayah III Sumbar, Nurmatias, menyampaikan dasar hukum kegiatan ini, yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan.

Acara ini dibuka dengan pemukulan gendang bersama oleh sejumlah pejabat. Di antaranya Bupati Eka Putra, Ketua DPRD Anton Yondra, dan Direktur Sejarah dan Pemuseuman Kementerian Kebudayaan RI Agus Mulyana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *