Padang – Unit Pendukung Teknis (UPT) Halal PDS Universitas Negeri Padang (UNP) mulai menggelar Pelatihan Penyelia Halal Angkatan 4 pada Sabtu (16/5/2026) hingga Senin (18/5/2026). Pelatihan ini menjadi perhatian karena tidak hanya diikuti peserta dari dalam negeri, tetapi juga peserta internasional dari Bangkok, Thailand.

Tiga peserta asal Bangkok ikut dalam kegiatan tersebut untuk memperdalam kompetensi mereka di bidang sistem standar halal. Mereka yakni Anuwat Romalee yang tercatat sebagai mahasiswa S2, Natthapol Romalee sebagai penyelia halal, dan Arnut Romalee yang berprofesi sebagai konsultan dan perancang sistem standar halal.

Kehadiran peserta mancanegara ini menunjukkan upaya UPT Halal UNP memperluas jangkauan layanan agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Selain dari Thailand, pelatihan juga diikuti profesional dan praktisi sektor kuliner serta kesehatan dari berbagai daerah di Sumatera Barat, antara lain Padang, Pariaman, Solok, dan Padang Pariaman.

Para peserta domestik datang dari latar belakang yang beragam. Di antaranya Pengawas Gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), koki restoran, hingga pelaku usaha kuliner, termasuk perwakilan dari Promise Coffee Lab and Resto dan PT Dalletta Rancak Bana.

Untuk menjaga mutu pelatihan sesuai regulasi terbaru, UPT Halal UNP menghadirkan pemateri dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia.

Pada sesi awal, peserta menerima materi mengenai “Regulasi dan Ruang Lingkup Jaminan Produk Halal (JPH)”. Materi itu disampaikan oleh Mohammad Auli Rakhman, Arsiparis Ahli Pertama pada BPJPH Pusat.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa regulasi JPH di Indonesia penting untuk memberi landasan hukum dan pemahaman yang kuat bagi calon penyelia halal. Pemahaman itu dibutuhkan agar penyelia mampu memastikan setiap Proses Produk Halal (PPH) di instansi atau perusahaan berjalan sesuai dengan syariat dan ketentuan hukum.

Penyelia halal sendiri memegang peran penting dalam perusahaan maupun unit usaha. Mereka bertugas sebagai penanggung jawab internal yang memastikan bahan, proses produksi, hingga penyajian produk tetap terjaga kehalalannya.

Melalui pelatihan angkatan keempat ini, UPT Halal UNP berharap dapat melahirkan penyelia halal yang kompeten, sigap terhadap regulasi, dan siap menyambut kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal maupun internasional di pasar halal yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *