Lubuk Basung – Malam takbiran Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Agam berlangsung semarak dengan pawai obor yang diikuti 50 peserta di Simpang IV Lampu Merah Masjid Agung Nurul Falah, Selasa malam (26/5). Kegiatan yang masuk tradisi tahunan masyarakat Agam itu dilepas Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, dan berlangsung khidmat di tengah lantunan takbir yang menggema sepanjang rute pawai.

Para peserta tampil membawa obor dan beragam kreasi bernuansa Islami, sehingga menambah semarak suasana menyambut Hari Raya Idul Adha. Pawai takbiran ini juga menjadi ajang yang dinilai mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap syiar Islam.

Dalam sambutannya, Muhammad Iqbal menyebut Idul Adha sebagai momentum besar bagi umat Islam yang patut disambut dengan rasa syukur dan kegembiraan. Ia menegaskan, tradisi pawai takbiran tetap harus dijaga karena memiliki nilai syiar yang kuat di tengah masyarakat.

“Tradisi pawai takbiran ini sudah lama hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Karena itu kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kelancaran acara tidak lepas dari kerja sama semua unsur, mulai dari panitia hingga aparat pengamanan.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang ikut menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka dinilai membuat pelaksanaan pawai berjalan lancar.

Sementara itu, Sekda Agam, Mhd. Lutfi, menjelaskan bahwa pawai takbiran merupakan agenda rutin PHBI Kabupaten Agam yang digelar setiap tahun. Kegiatan ini, katanya, menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ia menyebut antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Pawai diikuti pelajar tingkat SD/TPA/MDAH, SMP/Tsanawiyah, SMA, remaja masjid, hingga berbagai komunitas masyarakat lain yang tampil dengan beragam kreativitas.

“Melalui kegiatan ini kita berharap semangat kebersamaan, nilai-nilai religius, dan kecintaan terhadap tradisi Islam dapat terus tumbuh di tengah generasi muda,” katanya.

Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang lomba pawai takbiran Idul Adha 1447 Hijriah untuk tiga kategori, yakni tingkat SD/TPA/MDA, SMP/Tsanawiyah, serta SMA dan remaja masjid. Para juara menerima hadiah tabanas dengan total jutaan rupiah.

Juara pertama memperoleh Rp2,5 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta. Penghargaan itu diharapkan menjadi motivasi bagi peserta lain agar terus memeriahkan syiar Islam dengan semangat, kreativitas, dan tetap menjaga ketertiban pada pelaksanaan tahun-tahun mendatang.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda, staf ahli, para asisten, kepala OPD, camat dan wali nagari se-Kecamatan Lubuk Basung, serta tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *