Jakarta – Aurelie Moeremans merasa lega setelah buku memoarnya, “Broken Strings,” memicu polemik dan sorotan terhadap masa lalunya. Buku yang mengungkap pengalaman pahitnya itu, justru membawa dampak positif bagi banyak orang.
Aurelie mengaku sempat ragu sebelum merilis buku yang diduga memunculkan sosok Roby Tremonti sebagai karakter ‘Bobby’. Ia khawatir cerita yang dibagikannya terlalu pribadi.
“Aku manusia, jadi jujur aja, sempat kepikiran. Ada momen aku bertanya ke diri sendiri, ‘apakah aku terlalu jauh?’, ‘apakah aku membuka sesuatu yang seharusnya diam saja?’” kata Aurelie, Rabu (14/1/2026).
Namun, dukungan dari banyak pihak membuatnya mantap untuk menerbitkan “Broken Strings”. Banyak orang yang terinspirasi untuk berani mengungkapkan pengalaman buruk mereka.
“Tapi perasaan itu tidak lama karena setiap kali keraguan datang, selalu ada pesan dari orang yang bilang, ‘aku jadi berani ngomong’, ‘aku jadi ngerti anakku’, atau ‘aku akhirnya sadar ini bukan salahku’,” jelas Aurelie.
Popularitas “Broken Strings” juga memicu kembali polemik dengan mantan pasangannya, Roby Tremonti. Aurelie menanggapi pernyataan Roby Tremonti yang mengklaim pernah menikah dengannya, dengan perasaan lega.
Ia merasa bebannya terangkat setelah menyuarakan kebenaran tentang masa lalu kelamnya, termasuk soal pernikahan yang tidak sah dan kekerasan yang dialaminya.
“Rasanya seperti beban yang selama ini aku pikul sendiri, sekarang dipegang ramai ramai, dengan empati, bukan penghakiman,” ungkapnya.
“Broken Strings” menjadi wadah bagi Aurelie untuk berdamai dengan masa lalu, berbagi proses pemulihan, dan menemani mereka yang merasa sendirian.











