Padang – Pemerintah Kota Padang berencana membangun 228 sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih pascabencana yang melanda. Langkah ini diambil sebagai solusi cepat bagi warga yang belum terjangkau jaringan perpipaan air bersih.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar, terutama air bersih, menjadi prioritas utama. Pemko Padang menggandeng Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat untuk merealisasikan program ini.
“Bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan PDAM, kita harus menyiapkan alternatif solusinya,” ujar Fadly saat bertemu dengan Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa.
Sumur bor akan dibangun di empat kecamatan terdampak, yaitu Kuranji (36 titik), Koto Tangah (107 titik), Pauh (48 titik), dan Nanggalo (37 titik).
Kepala BPBPK Sumbar, Maria Doeni Isa, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Pemko Padang. Pihaknya menawarkan dua skema teknis, yaitu pemasangan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) darurat atau pembangunan sumur bor terintegrasi.
“Pembangunan sumur bor dengan sistem penampungan (toren), seperti yang sudah kami lakukan di Padang Pariaman. Ini solusi yang bisa kami bantu,” jelas Maria.
Bantuan infrastruktur ini akan diberikan dalam bentuk paket lengkap, termasuk sistem penampungan air dan sumber energi penggerak pompa.
Maria menekankan pentingnya ketersediaan lahan yang “clean and clear” serta kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas. Pemko Padang diminta menyiapkan lahan yang memenuhi syarat tersebut.











