Padang – Pemerintah Kota Padang gencarkan upaya pencegahan stunting dengan meluncurkan Pekan Posyandu. Program ini diharapkan dapat memperkuat garda terdepan dalam mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan anak sejak dini.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi membuka Pekan Posyandu di Posyandu Pala Indah VIII, Lubuk Begalung, pada Sabtu (14/2/2026). Ia menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan nasional.
“Keberhasilan program kesehatan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari kader Posyandu, Puskesmas, hingga dinas terkait,” ujar Fadly Amran.
Fadly Amran juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu atas dedikasi mereka dalam mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat, termasuk stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menjelaskan bahwa Pekan Posyandu adalah wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar hingga ke tingkat komunitas.
“Saat ini, terdapat sekitar 58 ribu balita di Kota Padang yang terdata dalam aplikasi e-PPGBM. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,5 persen atau 1.600 balita mengalami stunting,” ungkap Srikurnia Yati.
Pekan Posyandu bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting, mengintegrasikan layanan primer berbasis siklus hidup, memperkuat ketahanan kesehatan komunitas, dan mengoptimalkan peran kader sebagai agen perubahan.











