Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menekankan pentingnya memaknai Surat At-Taubah ayat 36 sebagai pedoman memperkuat ketakwaan dan menjaga kehidupan sosial dari pengaruh maksiat. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri jemaah Subuh Mubarakah di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Sabtu (16/5/2026).

Maigus mengatakan, ayat tersebut memuat dua pelajaran penting, yakni keberadaan empat bulan mulia dalam Islam serta perintah memerangi kemusyrikan. Empat bulan mulia yang dimaksud, menurut dia, adalah Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Ia menjelaskan, pada keempat bulan itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, mulai dari puasa, salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga bersedekah. Umat juga diminta menjauhi segala bentuk maksiat.

Dari empat bulan tersebut, Maigus menyoroti Dzulhijjah sebagai bulan yang memiliki amalan khusus, yakni ibadah haji dan kurban. Kedua amalan itu, kata dia, tidak ditemukan pada bulan lain.

Menurut dia, haji dan kurban menjadi bentuk ujian ketakwaan kepada Allah SWT karena tidak semua orang yang mampu benar-benar melaksanakannya.

“Allah mengingatkan, jangan kamu menzalimi dirimu. Maksudnya jangan menyia-nyiakan kemuliaan bulan Dzulhijjah. Jika kamu mampu naik haji dan berkurban maka lakukanlah, karena tidak semua orang punya kesempatan untuk melakukannya,” ujarnya.

Maigus juga mengaitkan perintah memerangi kemusyrikan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menyebut, upaya itu dapat diwujudkan melalui perlawanan terhadap berbagai perilaku maksiat dan penyakit sosial yang merusak generasi muda.

Ia mencontohkan penyalahgunaan narkoba dan tawuran sebagai persoalan yang harus dicegah bersama.

Dalam kesempatan itu, Maigus menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual melalui program Smart Surau. Program tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat pembinaan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan disiplin.

“Tidak ada jalan lain selain kembali membangkitkan dan menghidupkan nilai-nilai spiritual serta nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya lewat program Smart Surau dengan aktivasinya diantaranya Subuh Mubarakah, Remaja Masjid Reborn dan Ruang Pembelajaran Digital,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *