Lubuk Basung – Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menerima kunjungan Asisten Teritorial Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Aster Dankodaeral) II Padang, Letkol Laut Octav Bayu Dirgantara, di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (1/6). Pertemuan itu membahas peluang pemanfaatan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari untuk pengembangan penanaman kedelai.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan TNI Angkatan Laut, tetapi juga membuka pembahasan soal program pertanian yang dikaitkan dengan ketahanan pangan nasional.
Letkol Laut Octav Bayu Dirgantara mengatakan program penanaman kedelai menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan maksimal.
“Kunjungan ini selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk berdiskusi terkait rencana pemanfaatan lahan eks HGU PT Inang Sari untuk program penanaman kedelai. Kami berharap mendapat dukungan dan izin dari Pemerintah Kabupaten Agam agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum membawa rencana itu ke Pemkab Agam, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta sejumlah kelompok tani di sekitar kawasan lahan eks HGU PT Inang Sari.
Dari koordinasi itu, pemerintah provinsi dan para petani disebut menyambut baik rencana tersebut. Program ini dinilai berpotensi menambah pendapatan masyarakat dan menghidupkan kembali pemanfaatan lahan yang tersedia.
“Alhamdulillah, kelompok-kelompok tani yang berada di sekitar lokasi memberikan respons yang sangat baik. Mereka siap mendukung dan berpartisipasi dalam pengembangan budidaya kedelai di kawasan tersebut,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Agam Benni Warlis menyatakan dukungan terhadap inisiatif jajaran Dankodaeral II Padang tersebut. Menurut dia, program itu sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Agam pada prinsipnya menyambut baik program ini. Pemanfaatan lahan eks HGU untuk kegiatan produktif seperti penanaman kedelai tentu akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar serta mendukung program ketahanan pangan,” kata Bupati.
Meski mendukung, Benni mengingatkan perlunya penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai status lahan yang akan digunakan. Ia menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan eks HGU PT Inang Sari yang masa hak pengelolaannya telah berakhir dan kini kembali menjadi aset negara.
“Perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat bahwa pemanfaatan lahan ini hanya sebatas untuk kegiatan usaha pertanian dan bukan untuk kepemilikan. Status lahannya tetap milik negara, sehingga tidak boleh menimbulkan persepsi bahwa lahan tersebut dapat dimiliki secara pribadi,” tegasnya.
Benni menilai sosialisasi yang jelas sangat penting agar tidak muncul persoalan di kemudian hari. Menurut dia, langkah itu juga memastikan program berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat maksimal bagi semua pihak.
Ia berharap pemanfaatan lahan eks HGU tersebut dapat menjadi contoh kerja sama pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Semoga program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan, sekaligus mendukung ketersediaan pangan di daerah,” harapnya.











