Bukittinggi – Sebanyak 2.000 pelari dari 38 negara memeriahkan International Jam Gadang Fun Run 2026 di kawasan Jam Gadang, Minggu (7/6/2026). Ajang ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang berlangsung meriah dengan dukungan berbagai elemen masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri sekaligus Ketua DPP IKA UNAND, Denny Abdi, menilai tingginya antusiasme peserta menunjukkan besarnya dukungan terhadap perayaan satu abad ikon Kota Bukittinggi itu.
“Dalam waktu persiapan hanya dua bulan, kami berhasil menghadirkan sekitar 2.000 pelari pada International Fun Run Jam Gadang 2026,” kata Denny.
Denny menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga simbol persahabatan dan kolaborasi internasional. Kehadiran peserta, tamu, dan perwakilan dari berbagai negara, menurut dia, membuka peluang bagi Bukittinggi untuk memperluas jejaring kerja sama di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, sponsor, relawan, panitia, dan pihak-pihak lain yang mendukung suksesnya perayaan 100 Tahun Jam Gadang.
Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, menilai kolaborasi menjadi kunci utama di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kolaborasi dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang ini melibatkan banyak pihak, baik dari sektor swasta, BUMN, pemerintah maupun kalangan akademisi. Kami bersyukur seluruh pihak memberikan dukungan yang luar biasa meski persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Imelda.
Sebagai Komisaris Independen PT Angkasa Pura Indonesia, Imelda mengatakan jaringan alumni Universitas Andalas yang tersebar di berbagai bidang profesi menjadi kekuatan penting dalam menghimpun dukungan untuk kegiatan itu.
“Alumni Universitas Andalas saat ini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi hingga pemerintahan. Jaringan inilah yang kemudian kami gerakkan untuk mendukung dan menyukseskan perayaan 100 Tahun Jam Gadang,” katanya.
Ia menjelaskan, kolaborasi yang dibangun tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan event berskala internasional, tetapi juga untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
“Kami ingin membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi untuk membantu pengembangan daerah, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan banyak pihak,” ujarnya.
Imelda menyebut, peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan besar yang memberi dampak positif bagi daerah.
“Momentum ini membuktikan bahwa ketika berbagai elemen bersatu, banyak hal positif yang dapat diwujudkan untuk kemajuan daerah,” tuturnya.
Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam perayaan satu abad Jam Gadang tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan terus berlanjut dalam program pembangunan dan promosi daerah di masa mendatang.











