Padang – Dr. Berry Devanda, S.Pd., M.Ed, yang baru diwisuda dari Program Doktor Universitas Negeri Padang (UNP), memimpin pelaksanaan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA pertama di Sumatera Barat melalui SMA Negeri 8 Padang.
Berry, yang kini menjabat Kepala SMA Negeri 8 Padang, menyebut program itu sebagai langkah konkret mendukung upaya pemerintah menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Program tersebut dijalankan atas penugasan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Sebagai alumni UNP, kami bangga mendapat penugasan dari Kemdikdasmen RI dan Gubernur Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi mengurangi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Berry usai prosesi wisuda di Auditorium UNP, Selasa (30/6/2026).
Ia juga meminta para alumni UNP ikut membantu keberhasilan program itu dengan mengidentifikasi dan mengajak remaja yang putus sekolah agar kembali mendapat layanan pendidikan.
“Kepada semua alumni UNP yang ingin ikut berkontribusi, mari ajak ATS usia 16-18 tahun di sekitar tempat tinggalnya untuk kembali ke sekolah melalui program PJJ SMAN 8 Padang,” ujarnya melalui pesan WhatsApp saat dihubungi Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis.
Berry menjelaskan, penanganan Anak Tidak Sekolah kini menjadi prioritas nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ATS usia 16-18 tahun secara nasional masih mencapai lebih dari 1,1 juta anak. Sementara itu, data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikdasmen menunjukkan terdapat 839 ATS usia 16-18 tahun di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2026,” paparnya.
Program ini menggunakan pola pembelajaran kombinasi, dengan porsi 70 persen daring dan 30 persen sinkron melalui tatap muka virtual maupun pertemuan langsung secara berkala. Skema itu dibuat menyerupai sistem Universitas Terbuka agar memberi fleksibilitas bagi peserta didik yang menghadapi berbagai keterbatasan untuk tetap menyelesaikan pendidikan menengah.
Sasaran program ini adalah remaja berusia 16-18 tahun yang sudah lulus SMP atau MTs pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi belum melanjutkan ke SMA atau sederajat. Program ini tidak menerima lulusan baru SMP tahun pelajaran 2026/2027 agar tidak berbenturan dengan jalur penerimaan reguler. Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun, peserta akan memperoleh ijazah resmi dari SMA Negeri 8 Padang.











