Batusangkar – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengikuti aksi donor darah yang digelar di Masjid Nurul Amin Pagaruyung. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di daerah.

Aksi donor darah ini dilaksanakan bertepatan dengan wirid Korpri Tanah Datar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program jemput bola Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tanah Datar.

Staf UTD PMI Tanah Datar, Mega Eriswita, mengatakan bahwa aksi sosial ini dilakukan karena stok darah yang tersedia sangat minim. Partisipasi masyarakat, termasuk ASN, juga masih rendah.

“ASN yang donor darah cukup banyak, tapi biasanya baru mendonor jika ada pasien yang membutuhkan,” jelas Mega. “Karena itu kami adakan langsung di lingkungan pemda, momen wirid Korpri menjadi peluang untuk mengajak lebih banyak pendonor dan memudahkan ASN untuk ikut donor.”

Mega menambahkan, kurangnya stok darah di PMI disebabkan masih banyak masyarakat yang enggan donor karena takut jarum dan menganggap donor darah itu menyakitkan.

PMI berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara rutin dan mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat, terutama kalangan ASN. Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan darah di daerah.

“Untuk itu, kami PMI terus menggalakkan edukasi lewat media sosial dan sosialisasi ke kampus-kampus dan juga di lingkungan pemda sendiri,” tambahnya.

Feni Handayani, salah seorang ASN dari Dinas PUPR Tanah Datar, mengapresiasi aksi bakti sosial ini. Ia mengaku rutin mendonorkan darah karena merasa tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.

“Adanya kegiatan donor darah di lingkungan pemda ini sangat bagus,” kata Feni. “Kalau hanya menunggu orang sakit baru donor, itu juga tidak baik. Kegiatan rutin seperti ini sangat memudahkan ASN untuk ikut berpartisipasi.”

Dedek Supardana, ASN dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menekankan pentingnya kesadaran bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan pribadi, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

“Kalau ada stok darah yang cukup di PMI, pasien yang membutuhkan bisa langsung terbantu tanpa harus menunggu pencarian melalui media sosial,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *