Simpang Ampek – Warga Pasaman Barat (Pasbar) mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar di SPBU. Antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan sehari-hari.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan pelangsir yang diduga menimbun BBM untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
Sakti (48), warga setempat, mengungkapkan antrean panjang di SPBU menyulitkan masyarakat. “Antrean panjang tersebut kebanyakan pelangsir minyak,” ujarnya, Rabu (10/9).
Menurutnya, praktik pelangsiran merugikan masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan BBM dengan harga resmi.
Warga mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum menertibkan pelangsir. Mereka juga meminta pengawasan ketat agar distribusi BBM tepat sasaran.
“Apakah ini tidak bisa diatasi? Kami sebagai masyarakat merasa sangat dirugikan. Pemerintah daerah maupun aparat harus turun tangan,” tegas Sakti.
Pasaman Barat memiliki 9 SPBU, namun semuanya mengalami masalah serupa. Pasokan BBM yang terbatas tidak sebanding dengan kebutuhan harian.
Warga berharap ada solusi nyata agar BBM mudah didapat dan tidak disalahgunakan. Jika dibiarkan, antrean panjang akan terus terjadi.











