Padang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat persiapan pengawasan data pemilih untuk Pemilu mendatang. Fokus utama adalah pencocokan dan penelitian data pemilih berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Bawaslu Sumbar, Sabtu (20/9/2025).

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, hadir dalam acara tersebut. Turut hadir jajaran Bawaslu Sumbar dan Bawaslu kabupaten/kota se-Sumbar.

Bawaslu Sumbar menekankan pentingnya pengawasan data pemilu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Koordinasi dengan berbagai pihak menjadi kunci.

“Proses coklit dijadwalkan awal Oktober 2025, sementara coktas akhir bulan,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Sumbar, Muhammad Khadafi.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Sumbar, Vifner, menambahkan pentingnya kerja sama lintas instansi. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, lapas, dan Disdukcapil.

Rendahnya kesadaran masyarakat melaporkan perubahan status kependudukan menjadi perhatian. “Sering kali masyarakat enggan mengurus akta kematian,” kata Vifner.

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menegaskan pengawasan seluruh proses non-tahapan pemilu. “Tahapan diperkirakan dimulai 2027, dan persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *