Padang – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek), Prof Brian Yuliarto, mendorong guru besar di Indonesia untuk menghasilkan riset yang bernilai komersial dan menghasilkan royalti.

Menurutnya, guru besar yang hebat adalah yang mampu menghasilkan royalti dari risetnya.

“Guru besar yang betul-betul jago adalah profesor yang sudah menerima royalti. Itu namanya keren,” ujar Prof Brian saat menjadi keynote speaker dalam pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB-PTNBH) di Universitas Andalas (Unand), Jumat (26/9).

Prof Brian juga menjamin ketersediaan dana untuk riset yang inovatif dan berorientasi pasar.

“Untuk masalah pendanaan saya yang bertanggung jawab untuk itu. Dana kita banyak, di Danatara kita punya sekitar Rp300 triliun,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar riset tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan pasar.

“Jangan technology push, harus market pull. Kita memaksakan, tetapi tidak siap untuk mengambil maupun membuat produk yang diterima market,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Brian mencontohkan Profesor Robert Langer yang sukses menemukan vaksin dan dibeli oleh Moderna, sehingga menghasilkan kekayaan hingga Rp20 triliun.

Selain itu, ia juga menyinggung subsidi listrik dan elpiji yang mencapai ratusan triliun rupiah. Ia berharap para ilmuwan Indonesia dapat menciptakan kompor listrik sebagai solusi alternatif.

“Bapak presiden tanya ke saya, segitu banyak orang pintar, bikin kompor listrik saja, tak perlu elpiji lagi. Listrik kita banyak dan melimpah. Kan bisa hemat,” ungkapnya.

Prof Brian optimistis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain. Ia membuka diri untuk menerima ide dan program dari berbagai kampus.

Pertemuan MDGB-PTNBH menghasilkan Deklarasi Padang yang berisi tekad untuk menjadikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan hukum sebagai landasan kebijakan untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Ketua Dewan Profesor Universitas Andalas, Prof Marlina, menekankan bahwa deklarasi ini adalah tekad nyata untuk mengarahkan ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Ketua Majelis Guru Besar PTNBH, Prof Baiquni, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk membangun industri nasional yang kokoh dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *