Padang – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan layanan laparoskopi tersedia di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini disampaikan saat menghadiri peresmian Endo-Laparoscopy Education and Training Center di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (28/11/2025).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyebut pusat pelatihan ini sebagai langkah besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumbar.
Menkes Budi menjelaskan, bedah minimal invasif seperti laparoskopi menawarkan tiga keuntungan utama. Risiko infeksi lebih rendah, lama perawatan lebih singkat, dan biaya lebih efisien.
Ia menugaskan RSUP Dr. M. Djamil menjadi pengampu bagi 514 kabupaten/kota dalam pengembangan layanan laparoskopi. Fokusnya pada kasus seperti kantung empedu, usus buntu, hernia, dan masalah kandungan.
Menkes juga menyoroti tingginya harga alat kesehatan di e-katalog. Ia menegaskan pentingnya pengadaan tanpa praktik mark-up.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, menyatakan rumah sakitnya bergerak menuju standar layanan berlevel Asia. Hal ini didukung teknologi modern dan SDM kompeten.
RSUP M. Djamil telah meluncurkan inovasi tes molekuler cepat. Tes ini mampu mendeteksi infeksi kurang dari 24 jam.
Dovy menambahkan, Endo-Laparoscopy Education and Training Center memperkuat Center of Excellence. Pusat ini mempersiapkan tenaga medis menghadapi era bedah modern yang lebih aman, cepat, dan efisien.











