Payakumbuh – Memperingati Hari Kartini, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh turun langsung menyalurkan bantuan sosial ke tiga lokasi berbeda, Selasa (21/4/2026).

Aksi sosial yang dipimpin Ketua GOW Kota Payakumbuh, Ny. Yeni Elzadaswarman, ini menyasar Pesantren Ibrahim Harun, Panti Asuhan Bustanul Ulum, dan Panti Jompo Jasa Ibu. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian para perempuan Payakumbuh yang tidak sekadar memperingati hari bersejarah, tetapi juga hadir memberi manfaat nyata.

Puluhan anggota GOW bersama sejumlah organisasi wanita di Kota Payakumbuh terlibat dalam kegiatan itu. Mereka menyerahkan bantuan berupa sembako, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan harian kepada para penerima manfaat.

“Dengan semangat Kartini, kita harus membuat semua perempuan di Kota Payakumbuh untuk lebih bermakna dan berperan lebih di keluarga dan masyarakat,” kata Yeni di sela kegiatan.

Di Pesantren Ibrahim Harun, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, rombongan menyerahkan buku tulis, alat tulis kantor, dan telur untuk para santri. Yeni mengatakan bantuan itu diharapkan dapat mendukung proses belajar sekaligus membantu kebutuhan operasional pesantren.

“Kami ingin anak-anak santri tetap semangat menuntut ilmu, dan kontribusi kecil ini bisa menjadi penyemangat bagi mereka,” ujarnya.

Rombongan kemudian bergerak ke Panti Asuhan Bustanul Ulum di Situjuah Bandal Dalam. Di sana, GOW membagikan beras, minyak goreng, gula, telur, sarung, dan sajadah. Selain itu, mereka juga membawa kue bolu serta perlengkapan mandi lengkap dengan gayung.

Yeni menyebut bantuan itu tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga untuk memberi perhatian dan rasa nyaman bagi anak-anak asuh.

“Kami ingin mereka merasa diperhatikan, tidak hanya secara materi, tapi juga secara emosional,” tambahnya.

Kunjungan berlanjut ke Panti Jompo Jasa Ibu di Situjuah Batua. Di lokasi ini, GOW menyerahkan bantuan yang lebih beragam, mulai dari bahan pokok, pampers, tisu, mukena, kain panjang, baju untuk bapak-bapak, handuk, hingga perlengkapan mandi.

Kehadiran para anggota GOW disambut haru oleh para lansia yang merasa mendapat perhatian khusus di momentum Hari Kartini. Yeni menegaskan, para penghuni panti jompo layak mendapat perhatian karena telah banyak berkontribusi dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Merawat dan memperhatikan mereka adalah bentuk bakti kita,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri anggota inti GOW, perwakilan bidang, dan utusan dari berbagai organisasi wanita di Payakumbuh. Menurut Yeni, kebersamaan itu menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak hanya berkaitan dengan emansipasi, tetapi juga gotong royong dan kepedulian sosial.

“Sinergi seperti ini harus terus kita kembangkan. Karena ketika perempuan bersatu, dampaknya akan terasa luas bagi masyarakat,” katanya.

Yeni berharap bantuan yang dibagikan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para penerima. Ia juga mengajak perempuan Payakumbuh untuk terus melahirkan inspirasi melalui aksi nyata.

“Mari kita jadikan setiap hari sebagai hari Kartini, hari di mana kita bisa berbuat baik, menguatkan sesama, dan membangun negeri dari lingkaran terkecil yaitu keluarga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *