Payakumbuh – BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh memperingati Hari Ulang Tahun ke-58 dengan menggelar Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) 335 sekaligus menghadirkan layanan BPJS Keliling bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Sabtu (11/07/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BPJS Kesehatan memperkuat layanan promotif dan preventif, sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi JKN kepada masyarakat.

Dalam kegiatan itu, peserta mengikuti senam bersama dan edukasi kesehatan. Mereka juga memanfaatkan layanan administrasi kepesertaan melalui BPJS Keliling, mulai dari konsultasi program JKN, perubahan data peserta, pengaduan layanan, hingga berbagai layanan administratif lainnya tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase, mengatakan momentum HUT ke-58 dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat dan mendorong peserta membangun budaya hidup sehat.

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan JKN, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya membangun budaya hidup sehat sejak dini sehingga penyakit kronis dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan,” ujar Defiyanna.

Ia menjelaskan, Prolanis merupakan program unggulan BPJS Kesehatan yang berfokus pada pengelolaan penyakit kronis secara berkesinambungan melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan berkala, konsultasi medis, pemantauan kondisi peserta, hingga aktivitas fisik rutin bersama Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Berdasarkan data per 03 Juli 2026, jumlah peserta Prolanis di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh telah mencapai 20.120 orang. Dari total itu, 5.483 peserta merupakan penyandang diabetes melitus dan 16.396 peserta penyandang hipertensi.

Sebagian besar peserta berada pada rentang usia 45 hingga 70 tahun. Namun, ada pula peserta yang masih berusia sekitar 25 tahun. Kondisi ini menunjukkan penyakit kronis bisa dialami berbagai kelompok usia.

Dalam kesempatan itu, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan Gerak Sehat 335, yakni pola olahraga sederhana berupa jalan santai selama 3 menit, jalan cepat selama 3 menit, lalu diulang sebanyak 5 set hingga total aktivitas fisik mencapai 30 menit.

Menurut Defiyanna, pola olahraga tersebut mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Meski sederhana, aktivitas ini bermanfaat besar untuk membantu mengendalikan tekanan darah, menjaga kadar gula darah tetap stabil, meningkatkan kebugaran tubuh, serta menurunkan risiko komplikasi penyakit kronis bila dilakukan secara rutin.

“Olahraga tidak harus berat. Yang terpenting adalah dilakukan secara teratur dan menjadi kebiasaan. Jalan kaki selama 30 menit dengan pola jalan santai dan jalan cepat secara bergantian merupakan aktivitas sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan,” kata Defiyanna.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama peserta JKN dengan riwayat diabetes melitus, hipertensi, maupun penyakit kronis lainnya, memanfaatkan Prolanis secara aktif. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari bertambahnya jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan mereka mengendalikan penyakit, terhindar dari komplikasi, dan tetap produktif menjalani kehidupan sehari-hari.

“Di usia ke-58 tahun, BPJS Kesehatan akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif. Menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang dan kami mengimbau seluruh masyarakat agar membudayakan hidup sehat sejak dini, dan jangan peduli ketika sakit saja,” harap Defiyanna.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Dedi Hendra Suryadi. Ia menilai Prolanis adalah bentuk kolaborasi yang perlu dijaga dan diperkuat agar derajat kesehatan masyarakat terus meningkat.

“Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan upaya Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui Prolanis, peserta dapat memantau kondisi kesehatannya secara rutin sehingga potensi komplikasi penyakit kronis dapat ditekan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit,” kata Dedi.

Ia menilai Gerak Sehat 335 merupakan inovasi sederhana dengan dampak besar, terutama di tengah meningkatnya kasus diabetes melitus dan hipertensi akibat pola hidup yang kurang sehat.

“Kami mengimbau masyarakat agar meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk berolahraga, salah satunya melalui Gerak Sehat 335 BPJS Kesehatan. Selain itu, pastikan kepesertaan JKN-nya tetap aktif agar perlindungan kesehatan selalu terjamin,” tambah Dedi.

Manfaat Prolanis juga dirasakan Risda Yeni (58), peserta JKN dengan riwayat hipertensi. Ia mengaku kondisi kesehatannya semakin baik sejak rutin mengikuti Prolanis dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Saya rutin memanfaatkan JKN untuk cek kesehatan dan tidak pernah absen mengikuti kegiatan Prolanis. Tekanan darah saya lebih stabil, tubuh terasa lebih bugar, dan saya juga merasa lebih tenang karena bisa saling berbagi semangat dengan peserta lainnya,” ungkap Risda.

Ia menilai kehadiran Program JKN memberi rasa aman bagi masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Dulu banyak orang harus meminjam uang bahkan menjual tanah atau ternaknya untuk biaya berobat. Sekarang kita patut bersyukur karena ada BPJS Kesehatan yang membantu menjamin biaya pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Karena itu, mari kita jaga kesehatan dan manfaatkan program JKN dengan sebaik-baiknya,” tutup Risda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *