Kamang Magek – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM, Dt Tan Batuah, menegaskan bahwa pengukuhan 43 pangulu di Nagari Kamang Hilia bukan sekadar prosesi adat, melainkan amanah besar untuk menjaga adat, memimpin kaum, dan memperkuat persatuan masyarakat.
Hal itu disampaikan Benni Warlis saat menghadiri Alek Nagari Batagak Pangulu Nagari Kamang Hilia Tahun 2026 di Kantor Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Senin (15/6). Ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan adat yang dinilainya sarat makna bagi masyarakat Minangkabau.
Menurut Bupati, Batagak Pangulu merupakan warisan budaya Minangkabau yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian adat, mempererat hubungan kekeluargaan, dan memperkokoh persatuan di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam alek nagari tersebut, yakni “Mambangkik Batang Tarandam, Nan Jauah Jadi Dakek, Nan Dakek Jadi Tambah Rapek.” Tema itu dinilai sejalan dengan semangat menghidupkan kembali nilai-nilai adat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan warga nagari.
“Hari ini menjadi momentum bersejarah bagi Nagari Kamang Hilia. Pengangkatan pangulu bukan sekadar seremoni adat, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan kaum dan masyarakat,” ujar Bupati.
Sebanyak 43 pangulu dari empat pasukuan, yakni Suku Koto, Suku Jambak, Suku IV Ibu, dan Suku Sikumbang, dikukuhkan dalam kegiatan tersebut.
Bupati menekankan, pangulu memiliki peran strategis sebagai pemimpin kaum, penjaga adat, pembimbing anak kemenakan, sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat. Karena itu, para datuak yang dikukuhkan diharapkan mampu menjalankan amanah dengan berpegang pada prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
“Pangulu harus menjadi teladan yang arif, bijaksana, dan adil dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, serta mampu menjaga marwah adat yang menjadi identitas urang Minangkabau,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Nagari Kamang Hilia untuk terus mendukung peran para pangulu dalam membangun nagari, menjaga persatuan, dan menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta bermartabat.
Di akhir sambutannya, Bupati Agam menyampaikan selamat kepada seluruh pangulu yang telah dikukuhkan. Ia berharap para pemangku adat itu dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk kepada para pangulu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang mulia ini,” ujarnya.











