Ampek Koto – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, meninjau langsung lokasi longsor di Jorong Gantiang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Rabu (6/5), setelah bencana tersebut menelan korban jiwa dan memutus akses warga.

Longsor terjadi pada Selasa malam (5/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Material tanah dan batu tiba-tiba meluncur ke permukiman warga dan menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.

Seorang warga, Arnel, mengatakan tiga rumah tertimbun material longsor dan tujuh orang menjadi korban. “Satu orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar,” ujarnya.

Selain merusak permukiman, longsor juga memutus total akses jalan penghubung Matur-Bukittinggi via Sungai Landia karena tertutup material.

Saat berada di lokasi, Benni Warlis menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang kembali terjadi di Kabupaten Agam. Ia menegaskan bahwa bencana itu bukan hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga merenggut nyawa warga.

Pemerintah Kabupaten Agam, kata dia, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang langsung menurunkan dua alat berat ke lokasi. Karena jalan tersebut berstatus jalan provinsi, penanganan dilakukan secara terpadu agar pembersihan material lebih cepat selesai.

“Pembersihan material sudah mulai dilakukan sejak pagi tadi. Kita berharap dalam waktu tidak terlalu lama, akses jalan ini dapat kembali dilalui kendaraan,” kata Benni Warlis.

Ia juga mengimbau warga di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *