Padang – Dony Oskaria menilai ekonomi Sumatera Barat mulai menunjukkan perbaikan yang signifikan pada awal 2026. Pejabat tinggi BUMN asal Tanjung Alam, Tanah Datar, itu bahkan menyebut capaian pertumbuhan ekonomi daerah asalnya layak diapresiasi setelah sebelumnya kerap ia kritisi.

Dony mengatakan kritik yang ia sampaikan selama ini lahir dari kecintaannya terhadap kampung halaman. Ia kini melihat arah pergerakan ekonomi Sumbar bergerak positif berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“Saya kritik keras selama ini karena saya sayang provinsi kampung halaman. Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS, angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumbar naik. Saya memuji dan berharap tren PE Sumbar setiap bulan naik terus,” ujar Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia juga menyoroti kerja Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy yang dinilai ikut mendorong perbaikan tersebut. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Sumbar idealnya terus menanjak hingga bisa mendekati, bahkan melampaui, laju nasional.

“Kuncinya adalah kerja keras seluruh pemimpin Sumbar, dan hasilnya semakin dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumbar,” tambahnya.

BPS mencatat, ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau year-on-year. Kinerja itu ditopang rehabilitasi infrastruktur pascabencana dan meningkatnya konsumsi rumah tangga.

Capaian tersebut menjadi kontras dengan kondisi pada 2025, saat pertumbuhan ekonomi Sumbar sempat berada di level terendah se-Sumatera, yakni 3,94 persen. Situasi itu kala itu memunculkan kekhawatiran dan memicu gerakan “Sumbar Bangkit” untuk menghidupkan kembali sektor UMKM dan pariwisata.

Perbaikan mulai terlihat sejak akhir 2025. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) regional tercatat mencapai 6,83 persen.

Secara rinci, ekonomi Sumbar pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,02 persen, masih di bawah angka nasional 5,6 persen. Pertumbuhan itu ditopang rehabilitasi infrastruktur pascabencana, konsumsi rumah tangga, serta kenaikan komoditas unggulan seperti CPO dan gambir.

Pada Agustus 2024, tingkat partisipasi angkatan kerja di Sumbar tercatat 70,28 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,75 persen.

Ke depan, pembangunan infrastruktur disebut masih akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah ini. Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) Padang-Sicincin diproyeksikan ikut mempercepat pertumbuhan Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *