Padang – Warga Nanggalo, Padang, merasa lega setelah seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang meresahkan berhasil diamankan. Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri, turun tangan menindaklanjuti keluhan warga.

Evi Yandri bersama tim Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) menjemput ODGJ bernama Mahyudin (62) alias Amaik pada Selasa (18/11) untuk dirawat dan diobati.

Amaik, warga Surau Gadang, Nanggalo, kerap meresahkan warga dengan perilaku anehnya. Ia sering berkeliaran tanpa busana di masjid, bahkan sampai masuk ke toilet perempuan dan memperlihatkan kemaluannya.

“Semalam kita dapat laporan ada saudara kita, ODGJ yang perilakunya sudah meresahkan warga,” kata Evi Yandri usai penjemputan. “Ia sering telanjang, keluar masuk dan tidur di masjid, juga ke toilet perempuan. Bahkan juga memperlihatkan kemaluannya. Alhamdulillah sudah kita jemput. Akan kita rawat dan obati di YPJI.”

Penjemputan Amaik tidak berjalan mudah. Ia sempat lari dan bersembunyi, membuat Evi Yandri dan tim harus mengejarnya hingga ke Pasar Siteba.

“Alhamdulillah walaupun memang sempat butuh perjuangan menjemput Amaik, akhirnya bisa selesai,” ujar Evi Yandri. “Bagaimana pun ODGJ ini saudara kita, sesama manusia. Kami akan memperlakukannya sebagai saudara.”

Saat ini, Amaik telah berada di YPJI di Gunung Sarik, Padang, untuk menjalani perawatan dan pengobatan.

Lurah Surau Gadang, Nanggalo, Andrika Sari, turut mendampingi penjemputan dan menyampaikan terima kasih atas bantuan Evi Yandri dan YPJI.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang dilakukan Pak Evi Yandri bersama tim YPJI,” kata Andrika. “Penjemputan ODGJ untuk dirawat ini sangat membantu penyelesaian keresahan warga kami.”

Evi Yandri dan YPJI memang aktif melakukan penjemputan ODGJ untuk dirawat dan diobati, tidak hanya di Padang, tetapi juga di kabupaten/kota lain di Sumbar.

YPJI, yayasan sosial yang didirikan Evi Yandri dan rekan-rekannya pada 2014, fokus pada rehabilitasi pecandu narkoba dan ODGJ.

Ketua YPJI, Syafrizal, menekankan bahwa perawatan di YPJI tidak hanya medis, tetapi juga mencakup pendekatan psikologis dan spiritual. Pasien diajarkan beribadah, mendapatkan makanan bergizi, dan mengikuti pelatihan keterampilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *