Lubuk Basung – Pengajian rutin mingguan Pemerintah Kabupaten Agam di Rumah Dinas Bupati Agam, Senin (27/7), menyoroti manfaat salat bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga kesehatan dan pembentukan karakter. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah mengaitkan nilai spiritual dengan peningkatan kapasitas diri aparatur, termasuk komunikasi yang efektif dalam pelayanan publik.
Kegiatan itu dihadiri para asisten, staf ahli, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam. Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr Hendri Rusdian menyampaikan kultum bertema manfaat salat bagi kesehatan.
Ia menjelaskan, setiap rangkaian ibadah salat, mulai dari wudu hingga salam, memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani. Menurutnya, gerakan wudu membantu menjaga kebersihan anggota tubuh yang paling sering terpapar kuman dan bakteri, sehingga dapat mencegah berbagai penyakit.
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang melaksanakan salat secara rutin dengan gerakan yang benar dan khusyuk cenderung memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik. Salat bukan hanya ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan olahraga ringan dan terapi alami yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, mental, maupun jiwa,” kata dr Hendri.
Ia menambahkan, gerakan dalam salat seperti takbiratul ihram, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam, bermanfaat bagi kelenturan otot, kesehatan persendian, kelancaran sirkulasi darah, dan keseimbangan tubuh. Keteraturan menjalankan salat, lanjutnya, juga dapat membantu mengurangi stres, menumbuhkan ketenangan batin, serta membentuk pola hidup yang lebih disiplin dan sehat.
Benni Warlis mengapresiasi materi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan. Menurut dia, ajaran Islam menyimpan banyak hikmah yang tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup manusia.
Dalam arahannya, bupati juga menekankan pentingnya membangun komunikasi efektif melalui metode Neuro Linguistic Programming (NLP). Ia mengatakan, kemampuan berkomunikasi yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan pelayanan kepada masyarakat.
“Aparatur pemerintah dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas, membangun hubungan yang positif, serta memahami cara berpikir dan karakter lawan bicara agar komunikasi berlangsung lebih efektif dan menghasilkan pelayanan yang berkualitas,” ujar Benni.
Melalui pengajian rutin itu, ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Agam semakin kuat dalam nilai-nilai keagamaan sekaligus terus meningkatkan kapasitas diri dari sisi kesehatan, etika, dan kemampuan berkomunikasi. Dengan begitu, aparatur diharapkan mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat sejalan dengan semangat mewujudkan Agam yang maju, sehat, dan berakhlak mulia.











