Padang – Wali Nagari (Kepala Desa) Pangian, Hijrah Adi Sukrial, menyampaikan harapan terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang tengah ramai dibicarakan. Ia berharap pemerintah tetap memberikan ruang bagi desa untuk mewujudkan aspirasi masyarakat.
Pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan hasil rapat terbatas antara Presiden RI dan beberapa menteri. Tujuannya adalah untuk memajukan desa dan menggerakkan perekonomian desa.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, Kopdes Merah Putih akan memiliki enam gerai, termasuk gerai sembako, unit simpan pinjam, apotek murah, klinik desa, dan gudang penyimpanan hasil pertanian.
Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyatakan akan merevisi Permendes untuk fokus pada Kopdes Merah Putih. Sementara Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi meyakini koperasi ini dapat memutus rantai rentenir dan tengkulak.
Anggaran pembentukan koperasi ini berasal dari dana desa dan bantuan modal dari Himbara. Setiap desa diproyeksikan membutuhkan modal Rp 3-5 miliar.
Sebagai pemimpin di tingkat desa, Hijrah Adi Sukrial menyatakan siap menjalankan kebijakan pemerintah. Namun, ia berharap dana desa tetap dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat.
“Kami usulkan agar dana desa tetap ditinggalkan untuk pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar 25 persen dana desa disisakan untuk membantu pemerintah desa melestarikan tradisi, budaya, olahraga, dan menunjang kegiatan lainnya di desa.
Menurutnya, dana desa selama ini telah membantu memperbaiki pelayanan publik, melestarikan kebudayaan, menghadirkan infrastruktur, dan membantu masyarakat miskin.
“Dengan segala dinamika yang ada, pada akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus tetap bekerja membangun desa,” pungkasnya.











