Padang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) periode pertama 2026 mulai menyesuaikan program kerja mereka dengan kebutuhan warga Nagari Sundata Utara, Kecamatan Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, melalui koordinasi lintas sektor pada Senin (5/1/2026).

Pertemuan awal ini menjadi langkah untuk memastikan agenda KKN berjalan searah dengan kebutuhan nyata masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Wali Nagari Sundata Utara, Nofriyan, menekankan perlunya dukungan dari seluruh unsur terkait, mulai dari sekolah, Puskesmas, hingga perwakilan Dinas Pertanian.

Ia juga meminta agar fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa dapat disiapkan dengan baik agar seluruh program di lapangan berjalan lancar.

“Kehadiran mahasiswa KKN harus dipandang sebagai energi tambahan untuk mengakselerasi program kerja nagari yang sedang berjalan,” ujar Nofriyan.

Ketua kelompok KKN Nagari Sundata Utara, Deza Putra Adelyen, mengatakan program kerja mahasiswa telah disusun berdasarkan pemetaan masalah yang menyeluruh.

Di sektor pendidikan, kegiatan difokuskan di SDN 27 Salibawan dan SDN 01 Salibawan dengan mengusung literasi kesehatan dan sains.

Di SDN 27 Salibawan, mahasiswa akan menjalankan program Sigiber atau Sikat Gigi Bersama serta edukasi kreativitas berbasis lingkungan melalui teknik Eco Print. Sementara di SDN 01 Salibawan, kegiatan mencakup sosialisasi jajanan sehat dan higienis, eksperimen sains roket air, serta penguatan Unit Kesehatan Sekolah atau UKS.

“Intervensi di tingkat sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk nalar kritis dan kesadaran hidup bersih sejak dini,” kata Deza.

Mahasiswa juga menyiapkan Sosialisasi KKPS yang meliputi kepemimpinan, kewarganegaraan, dan kemampuan berbicara di depan publik sebagai bekal sosial bagi generasi muda.

Di sektor kesehatan, koordinasi dengan Puskesmas menjadi perhatian utama, terutama untuk mencegah tengkes atau stunting.

Mahasiswa KKN akan melakukan pemeriksaan perkembangan kognitif anak melalui kuesioner pra skrining perkembangan di posyandu nagari. Program ini sejalan dengan upaya nasional menekan angka stunting lewat pendekatan langsung kepada ibu hamil dan balita.

Pada sektor pertanian, mahasiswa berencana bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani setempat. Program unggulan seperti Kompak atau Kompos Mandiri serta penyuluhan pengendalian hama dan penyakit tanaman kakao disiapkan untuk mendorong produktivitas pertanian warga.

Selain itu, penguatan data nagari melalui pembuatan peta berbasis geospasial juga masuk dalam prioritas untuk mendukung mitigasi bencana dan pemetaan karakteristik hidrologi wilayah.

Rangkaian kunjungan pengenalan tersebut ditutup dengan komitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan antara mahasiswa dan seluruh pemangku kepentingan.

“Sinergi tersebut diharapkan mampu mengubah pola pengabdian masyarakat dari sekadar rutinitas akademik menjadi gerakan transformatif yang memberikan solusi nyata bagi permasalahan sosial dan ekonomi di Nagari Sundata Utara,” kata Deza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *