Padang – Pemerintah Kota Padang terus berupaya mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan pihaknya telah memetakan 264 titik kekeringan dan mengajukan permohonan bantuan ke Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
Fadly Amran juga menanggapi kritik dari Anggota DPRD Kota Padang terkait penanganan kekeringan. Ia mengapresiasi masukan tersebut sebagai bentuk kolaborasi, namun menekankan pentingnya data yang valid dalam menyampaikan kritik.
“Lebih kurang 5 hari yang lalu, kita Pemko Padang menginisiasi rapat dengan BPBPK, dan Pemprov Sumbar untuk memetakan masalah kekeringan di beberapa wilayah Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Pemko Padang juga telah menyalurkan sekitar 27-28 juta kubik air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Selain itu, Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun dan sebagian DI Koto Tuo telah kembali teraliri air.
Fadly Amran menegaskan bahwa Pemko Padang bersama seluruh pihak terkait fokus bekerja dengan intensitas tinggi untuk mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat, khususnya pasca bencana hidrometeorologi. Ia yakin semua pihak bekerja maksimal sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok masing-masing.










