Pariaman – Sebanyak 36 calon pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat Kota Pariaman mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Mereka adalah siswa-siswi SMA dan sederajat yang telah lulus seleksi.
Pusdiklat yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pariaman ini dibuka oleh Walikota Pariaman, Yota Balad, Senin (11/8), di aula Hotel Nan Tongga Pariaman.
Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada para calon Paskibra yang terpilih. Ia menyebut mereka sebagai orang-orang pilihan yang lolos seleksi tanpa intervensi.
“Kami apresiasi ananda yang telah lulus seleksi, karena ini tidak ada intervensi dari walikota. Murni atas kemampuan dan bakat ananda semua,” ujarnya.
Walikota berharap para calon Paskibra dapat menjadi teladan di sekolah masing-masing, baik secara etika maupun sikap.
Kepala Kantor Kesbangpol Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, menjelaskan bahwa 36 calon Paskibraka ini terdiri dari 20 putra dan 16 putri terbaik perwakilan SMA/SMK sederajat se-Kota Pariaman.
“Kegiatan Pusdiklat dilaksanakan selama 20 hari mulai dari tanggal 30 Juli – 18 Agustus,” terang Ferry.
Tujuan Pusdiklat adalah membentuk sikap disiplin, menjunjung nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan wawasan kebangsaan para calon Paskibraka.
Kegiatan dalam Pusdiklat meliputi pelatihan keterampilan baris berbaris, formasi, pengibaran dan penurunan bendera merah putih. Selain itu, ada penyampaian materi oleh narasumber dari unsur Forkopimda terkait wawasan kebangsaan, kewarganegaraan, kewaspadaan dan ketahanan nasional, serta materi pembinaan ideologi pancasila dari BPIP.
Di akhir acara, Walikota Pariaman memasangkan jaket kepada perwakilan calon Paskibra, disaksikan oleh tamu undangan yang hadir.











