Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar jumpa pers bersama awak media se-Kabupaten Agam untuk memaparkan perkembangan penanganan pascabencana yang terjadi beberapa bulan lalu. Pertemuan itu berlangsung di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Jumat (23/5) malam.
Bupati Agam, Benni Warlis, hadir bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Mhd. Lutfi, Asisten I Setdakab Agam Yunilson, sejumlah kepala OPD terkait, serta insan pers dari berbagai media di Kabupaten Agam.
Forum tersebut menjadi ruang bagi Pemkab Agam untuk menyampaikan progres penanganan dan pemulihan pascabencana secara terbuka. Di saat yang sama, pemerintah daerah juga mendorong penguatan kerja sama dengan media dalam penyebaran informasi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Benni menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini ikut membantu menyebarluaskan informasi soal kondisi bencana maupun langkah penanganan pemerintah daerah.
“Semoga melalui diskusi ini akan ada output berupa persamaan persepsi antara media dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan yang diperlukan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap media terus mendampingi pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi, terutama ke wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau.
Perwakilan awak media Agam wilayah barat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan seperti ini sudah lama dinantikan karena menjadi ruang diskusi yang efektif antara pemerintah dan media.
Dalam kesempatan itu, pihak media juga mendorong pemerintah daerah agar lebih memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang cepat dan responsif.
“Sekarang media sosial berjalan sangat cepat, terlebih jika ada laporan masyarakat melalui DM Instagram yang langsung disertai foto dan data. Informasi tersebut bisa segera kami kelola dan publikasikan. Karena itu, kami menyarankan pemerintah daerah memanfaatkan kemajuan ini, sebab respons di media sosial terbilang sangat cepat,” ungkapnya.
Diskusi kemudian berlanjut membahas dana TKD atau Transfer Kas Daerah yang dikembalikan ke Kabupaten Agam dan difokuskan untuk penanganan pascabencana. Pembahasan juga menyinggung perkembangan penanganan di wilayah terdampak, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, hunian tetap dan hunian sementara bagi korban bencana, hingga pemulihan sektor pertanian, pendidikan, jembatan, jalan, dan hilirisasi sungai yang ikut terdampak bencana beberapa bulan lalu.
Di sisi lain, media berharap Pemkab Agam lebih terbuka dalam pemberian dan penyaluran data kepada awak media. Keterbukaan itu dinilai akan membantu memperkuat akurasi dan ketajaman penulisan berita, sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Agam berharap informasi mengenai penanganan pascabencana dapat tersampaikan secara terbuka kepada publik. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan media dan seluruh pihak dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.











