Yogyakarta – Pemerintah Kota Payakumbuh membidik penguatan literasi digital sebagai fokus utama dalam lima tahun ke depan untuk mengoptimalkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Langkah ini diambil guna mempertahankan prestasi daerah sebagai peraih peringkat pertama TP2DD terbaik di wilayah Sumatera.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menyatakan bahwa setelah sukses membangun infrastruktur sistem pembayaran pada periode 2020-2025, kini pihaknya beralih ke tahap sosialisasi dan edukasi. Fokus tersebut menyasar tiga sektor utama, yakni digitalisasi belanja daerah, pajak daerah, dan retribusi daerah.

“Strategi kami untuk periode 2026-2030 adalah memperkuat literasi masyarakat dan aparatur terhadap tiga core bisnis digital tersebut,” ujar Rida saat menghadiri Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Championship TP2DD Tahun 2026 di Yogyakarta, Kamis (9/4/2026).

Rida menegaskan, percepatan implementasi ETPD ini merupakan komitmen Pemko Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah, menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mengintegrasikan ekonomi digital di tingkat lokal.

Kehadiran Pemko Payakumbuh dalam forum yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat ini juga menjadi ajang konsolidasi strategis. Forum tersebut bertujuan menyamakan persepsi antar pemerintah daerah di Sumatera Barat dalam menghadapi evaluasi kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Sudarta, menambahkan bahwa pendampingan ini krusial untuk memastikan setiap daerah mampu mengimplementasikan transaksi digital secara optimal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang transparan dan akuntabel di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *