Bawan – UPTD Puskesmas Bawan meluncurkan inovasi layanan pengaduan bertajuk SAYANG BAWAN untuk mempercepat perlindungan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak serta remaja di wilayah kerjanya.

Layanan ini hadir sebagai bentuk kepedulian atas masih adanya risiko kekerasan fisik, psikis, hingga seksual yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sejumlah korban kerap memilih diam karena takut, malu, atau belum mengetahui tempat yang aman untuk melapor.

Melalui SAYANG BAWAN, masyarakat dapat menyampaikan dugaan kasus kekerasan lewat QR Code maupun hotline pengaduan. Setiap laporan yang masuk dijamin dirahasiakan dan akan segera ditindaklanjuti oleh tim yang sudah dibentuk agar korban mendapat perlindungan dan pendampingan sesuai kebutuhan.

Kepala UPTD Puskesmas Bawan, Nessa Maretta, M.Keb, mengatakan keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kerja sama lintas sektor. Kamis (23/7).

Karena itu, Puskesmas Bawan menggandeng sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), kepolisian, dan lembaga perlindungan anak. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap kasus mendapat penanganan yang cepat, tepat, dan menyeluruh.

Selain menjadi saluran pengaduan, SAYANG BAWAN juga difungsikan sebagai sarana edukasi bagi anak dan remaja. Melalui penyuluhan, program ini memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya berani melapor, serta cara melindungi diri dari berbagai ancaman.

Dengan adanya inovasi tersebut, Puskesmas Bawan berharap tercipta lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih aman, ramah anak, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda secara fisik dan mental.

Sesuai slogan “Berani Lapor, Bersama Kita Lindungi Anak dan Remaja”, UPTD Puskesmas Bawan mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya peduli dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak dan remaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *