Payakumbuh – Populasi sapi Pesisir di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas terus meningkat, mencapai 648 ekor pada awal 2026. Peningkatan ini menjadikan sapi Pesisir sebagai kontributor utama kelahiran ternak di balai tersebut.
Sapi Pesisir mencatatkan persentase kelahiran tertinggi, yaitu 46,44 persen dalam lima tahun terakhir. Angka ini menunjukkan tingkat fertilitas yang baik dan efisiensi jarak beranak yang optimal.
Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas, Farouk Mochtar, menjelaskan bahwa pengembangan sapi Pesisir dikelola secara terarah melalui sistem pemeliharaan berbasis padang penggembalaan.
“Dengan dukungan areal pastura yang luas, ternak dipelihara secara alami namun tetap dalam pengawasan ketat,” ujarnya.
Sapi Pesisir memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan tropis, tahan terhadap panas, dan mampu memanfaatkan hijauan lokal secara efisien.
Selain itu, sapi Pesisir juga diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya angka distribusi ternak ke berbagai wilayah di Indonesia.
Pada periode 2018 hingga 2025, sapi Pesisir menyumbang sekitar 43,26 persen dari total penyaluran ternak yang dilakukan BPTU-HPT Padang Mengatas. Dari total 2.561 ekor yang didistribusikan, 1.108 ekor di antaranya adalah sapi Pesisir.
Sapi Pesisir dinilai sebagai aset genetik nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan peternakan Indonesia. Pengembangan sapi ini diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak nasional dan memberikan manfaat ekonomi bagi peternak.











