Padang – PT Semen Padang didorong untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing, terutama dalam menghadapi tantangan biaya logistik di Sumatera Barat.
Dorongan ini disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, saat berkunjung ke pabrik PT Semen Padang, Jumat (20/2/2026).
Dony menyoroti masalah ketidakseimbangan logistik di Sumbar, di mana 70% kontainer kembali kosong, yang berdampak pada tingginya biaya dan harga produk.
“Produk-produk di Sumatera Barat lebih mahal karena charge kontainernya double pulang pergi,” ujarnya.
Dony juga mengapresiasi kontribusi PT Semen Padang terhadap peningkatan aktivitas di Pelabuhan Teluk Bayur.
“Kontainernya naik 12 persen dan itu 100 persen karena PT Semen Padang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Dony juga meninjau produk inovatif Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) dan memerintahkan penggunaan produk tersebut untuk pembangunan hunian tetap (huntap) yang dikelola Danantara.
Kunjungan kerja Dony Oskaria ke Sumatera Barat meliputi peninjauan berbagai proyek infrastruktur dan fasilitas publik.











