Padang – Warga Jorong Tepi, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, digegerkan dengan munculnya lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Lubang dengan diameter lebih dari 10 meter ini muncul secara tiba-tiba pada Jumat (4/1). Para ahli geologi menduga kombinasi faktor geologis menjadi penyebab utama.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo, menjelaskan bahwa pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan ekstrem berperan dalam pembentukan sinkhole.

“Kawasan Sumatera Barat didominasi batuan gamping. Adanya siklon Senyar memicu curah hujan tinggi sehingga memicu terjadinya sinkhole,” ujar Wahyu.

Kemunculan lubang ini tidak hanya mengubah topografi lahan pertanian, tetapi juga mengancam ekosistem flora dan fauna. Lubang berpotensi menjadi jalur masuk limbah dan mencemari air melalui sungai bawah tanah.

Wahyu menekankan bahwa karakter sinkhole yang muncul tanpa peringatan menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa. Kerusakan infrastruktur juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi lokal.

Penanganan sinkhole membutuhkan pendekatan komprehensif, termasuk pengelolaan air yang baik, penguatan struktur tanah, dan pelibatan masyarakat dalam upaya kewaspadaan.

Pemerintah daerah diimbau untuk melakukan survei geologi dan pemetaan kawasan rawan sinkhole. Masyarakat juga perlu aktif melaporkan tanda-tanda awal seperti retakan tanah dan penurunan permukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *