Padang – Universitas Andalas melalui Departemen Teknik Elektro melakukan kunjungan industri ke Pertamina RU Dumai untuk mengkaji peluang penerapan Sistem Monitoring Petir yang dirancang mendukung keselamatan dan keandalan operasional di lingkungan industri energi.

Kunjungan itu dipimpin Ketua Peneliti, Prof. Dr. Eng. Ir. Ariadi Hazmi, IPU, bersama tim peneliti yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan konsep sekaligus kesiapan teknologi yang dikembangkan untuk mendeteksi aktivitas petir secara langsung dan membantu pengambilan keputusan operasional.

Sistem Monitoring Petir itu disebut mampu mendeteksi sambaran petir dalam radius hingga sekitar 7 kilometer secara real-time. Teknologi ini juga menggabungkan sensor medan listrik, medan magnet, dan mikrofon untuk membaca aktivitas petir secara akurat.

Selain itu, sistem tersebut dilengkapi fitur pemetaan lokasi sambaran serta pencatatan data petir harian, bulanan, dan tahunan. Dengan kemampuan itu, teknologi ini dinilai berpotensi diterapkan di kawasan industri energi seperti kilang Pertamina yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan akibat petir.

Prof. Ariadi Hazmi mengatakan studi kelayakan ini menjadi langkah awal untuk memastikan teknologi tersebut siap diimplementasikan di lingkungan industri, khususnya di Pertamina Dumai. Ia menambahkan bahwa sistem serupa sebelumnya telah diterapkan di PT Supreme Energy Muara Laboh.

“Sistem monitoring petir yang kami kembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga sebagai sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional industri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi dan industri dalam menghadirkan teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan.

“Melalui studi kelayakan ini, kami ingin memastikan bahwa solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat diimplementasikan secara efektif,” katanya.

Pihak Pertamina Dumai yang diwakili Senior Group Leader Electrical Inspection, Ir. Syahril Aditya Ginanjar, ST, MT, MMP, IPM, ASEAN Eng, CT, CRP, bersama tim, menyambut baik kunjungan tersebut. Mereka menilai kegiatan ini dapat mendukung peningkatan sistem keselamatan sekaligus mitigasi risiko operasional, terutama terhadap potensi gangguan dari fenomena alam seperti petir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *