Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menjadi fokus utama dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Sumatera Barat (Sumbar). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaksimalkan upaya pembangunan 509 unit huntara di wilayah ini.

Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pembangunan huntara agar dapat ditempati sebelum bulan Ramadan.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar, Selasa (13/1/2026).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembangunan huntara agar warga terdampak banjir tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.

“Presiden Prabowo sudah memerintahkan agar pembangunan huntara ini dipercepat. Target kita sebelum Bulan Ramadan sudah selesai,” tegas Tito.

Total, pemerintah berencana membangun 984 huntara yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumbar.

Selain Agam, huntara juga akan dibangun di Tanah Datar (129 unit), Padang Pariaman (539 unit), dan Kota Padang (552 unit).

Saat ini, sekitar 10 ribu warga Sumbar masih mengungsi akibat banjir yang melanda. Pembangunan huntara diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi para pengungsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *